KLATEN, Merdekapostnews.top
Nasib tragis menimpa seorang driver ojek online dari Bc Kepohan Delanggu, Klaten. Ketika malam itu motornya digondol penumpang offline saat ia lengah diajak makan sate di Pojok Lapangan Merdeka Delanggu. Agung Purnomo, nama panggilan driver online tersebut, sepulang dari mengantar istri bekerja dan kembali ke pangkalan ojek, menerima tawaran mengantar seorang penumpang baru yang beberapa hari sebelumnya pernah order online, serta kebetulan diantarkan olehnya, hari ini penumpang tersebut kembali mencarinya ke pangkalan ojol guna order offline. Peristiwa sederhana itu berubah menjadi kehilangan yang mengguncang kehidupan keluarga kecilnya (04/10/2025).
Kejadian bermula ketika Agung dan rekannya, Agus dari Ngreden, sedang nongkrong di Bc Ojol Kepohan Sabrang Delanggu. Di sana muncul kembali seorang pria yang baru beberapa hari dikenalnya, karena sempat order online, penumpang tersebut mengaku dari Jakarta dan mengatakan memiliki saudara di sekitar Delanggu. Agung yang ramah dan terbiasa membantu penumpang memilih menerima ajakan jalan-jalan dan makan sate secara offline, kebiasaan yang kerap terjadi di kalangan pengemudi ojol ketika mereka bertemu calon penumpang secara langsung.
Setiba di central kuliner Pojok Lapangan Merdeka Delanggu, Agung membonceng D, inisial yang digunakan dalam laporan awal terduga pelaku. Mereka menikmati santapan sore menjelang Maghrib. Tanpa curiga, Agung yang lengah sedang membeli es teh tak jauh dari warung sate, serta meninggalkan motornya yang diparkir depan gerobak sate, dengan kunci masih tergantung di kontak motor. Dalam hitungan menit, suasana berubah ketika Agung menyadari D telah pergi serta motornya tidak lagi berada di tempat semula. Keterangan pedagang sate saat ditanyakan mengatakan, terduga D pamit mau beli rokok sebentar dan tidak tahu kalau D adalah penumpang yang baru dikenal Agung. Terduga pelaku akhirnya membawa kabur kendaraan yang menjadi sumber utama penghidupan keluarga Agung.
Mendapatkan info terkait berita kehilangan tersebut, rekan-rekan ojol segera melakukan pelacakan informal dan mendapat petunjuk bahwa D berasal dari Jakarta dan memiliki keluarga di sekitar Delanggu. Kemudian dari kerabat keluarga D tersebut dipaparkan juga bahwa mereka menyerahkan urusan penegakan hukum kepada aparat dan tidak akan ikut campur dalam persoalan, karena memang latar belakang D yang kelam, sementara informasi tambahan menyebut terduga D pernah berstatus residivis. Berbekal keterangan dan beberapa informasi yang didapat ini, mendorong Agung dan komunitas ojol Bc Kepohan Sabrang Delanggu untuk melaporkan kejadian ke Polsek Delanggu, Klaten agar proses hukum dapat berjalan.

Kehilangan motor bagi driver ojol bukan sekadar kerugian materi. Motor adalah alat produksi utama yang dipakai untuk mencari nafkah, mengantar pelanggan, dan menopang kebutuhan keluarga. Agung, yang menyandarkan penghasilan untuk menghidupi istri dan kebutuhan rumah tangga, merasakan guncangan besar saat alat kerja itu raib diambil orang. Rasa frustasi, marah, dan takut bercampur menjadi satu ketika ia membayangkan hari-hari tanpa penghasilan tetap, sambil menunggu tindakan aparat.
Kasus ini membuka lembaran pelajaran penting bagi komunitas pengendara dan pemilik kendaraan bermotor. Kejahatan kerap terjadi karena ada kesempatan, dan kebiasaan meninggalkan kunci di motor atau tergesa-gesa menerima penumpang offline tanpa verifikasi dapat memperbesar risiko. Dalam kondisi sibuk atau saat hati sedang luluh lantak karena lelah, kewaspadaan bisa menurun dan pelaku kriminal memanfaatkan celah tersebut. Oleh karena itu, protokol sederhana seperti tidak meninggalkan kunci dan surat surat penting di motor, memarkir kendaraan di tempat yang pengawasannya relatif aman, serta menolak permintaan antar jemput offline dari orang yang tidak dikenal dapat mengurangi kemungkinan kehilangan.
Selain kewaspadaan individual, peristiwa ini menyoroti peran komunitas dan kepolisian dalam pencegahan dan penanganan tindak kriminal. Komunitas ojol yang solid dapat menjadi jaringan mitigasi risiko, saling mengingatkan tentang modus-modus baru, serta mendukung proses pelaporan dan pelacakan. Sementara itu, respons cepat dari aparat penegak hukum sangat diperlukan untuk menindaklanjuti laporan, mengumpulkan bukti, dan mengejar pelaku agar keadilan dapat segera ditegakkan dan efek jera bisa tercipta.
Kisah Agung juga mengingatkan pentingnya edukasi bagi driver ojol tentang manajemen risiko kerja. Perusahaan aplikasi dan lembaga komunitas dapat berkolaborasi menyediakan pelatihan singkat yang menekankan keselamatan pribadi, pengamanan aset, serta prosedur pelaporan bila menghadapi tindak kriminal. Sistem verifikasi penumpang yang lebih ketat dan fitur pelaporan cepat di aplikasi juga dapat membantu meminimalisir kasus yang melibatkan penumpang offline dan berpotensi berbahaya.
Sementara proses penyelidikan berjalan, Agung berharap motornya dapat segera ditemukan dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal. Harapannya bukan sekadar mendapatkan kembali alat transportasinya, tetapi juga memperoleh kembali rasa aman yang kini terguncang. Dukungan moral dari keluarga, rekan-rekan ojol, dan warga sekitar menjadi penopang penting bagi Agung selama menunggu proses hukum berlangsung.
Kejadian ini harus menjadi alarm kolektif, kejahatan seringkali muncul dari peluang kecil yang tak dijaga. Menjadi selektif dalam memilih penumpang, tidak meninggalkan kunci di motor, dan melaporkan setiap kejadian mencurigakan adalah langkah-langkah konkret yang dapat melindungi pengemudi ojol lain. Aparat penegak hukum dan komunitas juga perlu bersinergi untuk memastikan tata laku aman terbangun, sehingga para pekerja transportasi tidak terus menjadi sasaran praktik kriminal yang merugikan dan meresahkan.
Pada akhirnya, kisah Agung lebih dari sekadar laporan kehilangan motor. Ia adalah pengingat tentang kerentanan kelompok yang bekerja dengan modal kecil dan bergantung pada kendaraan pribadi, seruan bagi tindakan kolektif pencegahan kejahatan, serta dorongan bagi masyarakat untuk meningkatkan solidaritas dan kewaspadaan demi keamanan bersama.
( Pitut Saputra )













