MBD, Merdekapostnews.top
Desa Emplawas, Kecamatan Pulau‑Pulau Babar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, Indonesia yang dihuni oleh 402 jiwa atau sekitar 100 kepala keluarga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setiap kali musim kemarau tiba.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Emplawas, Johand Herluly, saat ditemui wartawan di kediamannya di Desa Emplawas, Jumat, 25 Juli 2025, pukul 13.00 WIT.
Dalam keterangannya, Johand menyebutkan bahwa selama ini masyarakat mengandalkan sumur gali. Namun, saat musim kemarau tiba, debit air sumur menurun drastis.

“Sumber air bersih yang layak digunakan berjarak sekitar 8–9 kilometer. Dana desa tidak mampu membiayai pembangunan infrastruktur air bersih sejauh itu,” ungkapnya.
Ia pun berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) PUPR Maluku dapat melakukan survei dan mengusulkan pembangunan ke pemerintah pusat.
“Air merupakan kebutuhan dasar, namun hingga kini belum tersedia secara layak di desa kami. Saya sangat berharap BWS PUPR Maluku bisa membantu,” ujarnya.
Perlu diketahui, Desa Emplawas termasuk dalam kategori wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Desa ini berbatasan langsung dengan Benua Australia dan berjarak sekitar 23 kilometer dari ibu kota Kecamatan Babar Timur.
“Semoga pemerintah pusat terketuk hatinya untuk membantu kami,” harap Johand.
Salah satu warga yang ditemui media ini juga menyampaikan harapan serupa. “Kami sangat berharap pemerintah pusat bisa membantu masyarakat di daerah terpencil ini,” ungkapnya.
(Eki)













